Ketut Sriponi, Pengrajin Tenun yang Terus Melestarikan Karya Tradisional Desa Jinengdalem

Mahasiswa Unud 04 Agustus 2026 20:23:01 WITA

Jinengdalem, Buleleng – Desa Jinengdalem dikenal sebagai salah satu desa yang memiliki kekayaan budaya melalui kerajinan tenun tradisional. Di tengah perkembangan industri tekstil modern, masih ada pelaku UMKM yang setia menjaga warisan tersebut, salah satunya adalah Ketut Sriponi, pengrajin tenun yang telah mengabdikan puluhan tahun hidupnya untuk melestarikan kain tenun khas daerah.

Sejak usia muda, Ketut Sriponi telah mengenal dunia menenun yang diwariskan secara turun-temurun oleh keluarganya. Berbekal pengalaman dan ketekunan, beliau tidak hanya menghasilkan kain tenun songket, tetapi juga mengembangkan kain jumputan yang dibuat menggunakan teknik ikat dan pencelupan warna sehingga menghasilkan motif yang unik dan bernilai seni tinggi. Setiap lembar kain dikerjakan secara teliti dengan memperhatikan kualitas bahan, perpaduan warna, serta keindahan motif yang menjadi ciri khas kerajinan Desa Jinengdalem.

Bagi Ibu Sriponi, menenun bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga menjadi upaya untuk menjaga kelestarian budaya lokal agar tetap dikenal oleh masyarakat luas. Produk yang dihasilkan telah dipasarkan kepada berbagai kalangan, baik masyarakat lokal maupun pelanggan dari luar daerah yang mencari kain tenun berkualitas dengan sentuhan khas Bali.

Selain menjalankan usaha kerajinan tenun, Ibu Sriponi juga memiliki usaha sampingan berupa pembuatan dodol tradisional. Produksi dodol dilakukan menjelang Hari Raya Galungan dan hanya melayani pesanan dalam jumlah besar. Kegiatan ini menjadi tambahan sumber penghasilan sekaligus mempertahankan tradisi kuliner khas Bali yang masih diminati masyarakat pada hari-hari besar keagamaan.

Dalam menjalankan usahanya, Ibu Sriponi berharap generasi muda dapat mulai mengenal dan mencintai kerajinan tenun sebagai bagian dari identitas budaya daerah. Menurutnya, keterampilan menenun memerlukan kesabaran, ketelitian, dan ketekunan, namun memiliki nilai ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga apabila terus dikembangkan.

Keberadaan UMKM milik Ketut Sriponi menjadi salah satu potensi unggulan Desa Jinengdalem yang patut diapresiasi. Melalui inovasi pada produk kain jumputan, tetap mempertahankan kualitas tenun tradisional, serta usaha kuliner musiman berupa dodol, beliau menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi masyarakat.

Diharapkan, semakin banyak masyarakat yang mendukung dan menggunakan produk-produk lokal sehingga warisan budaya serta perekonomian desa dapat terus tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

Komentar atas Ketut Sriponi, Pengrajin Tenun yang Terus Melestarikan Karya Tradisional Desa Jinengdalem

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Media Sosial

Facebook

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

JAM DIGITAL

KALENDER BALI

Lokasi Jinengdalem

tampilkan dalam peta lebih besar